Tanya Jawab

Selalu Kembali Terjatuh Ke Dalam Dosa Setelah Bertaubat, Apakah Taubat Diterima?

Pertanyaan:
#Iksan#Bandung
Assalamu’alaikum, semoga Ustaz selalu dirahmati Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Saya mau bertanya, Ustaz. Saya selalu terjatuh ke dalam dosa dan selalu mengulangi dosa tersebut, padahal saya sangat benci dan tidak ingin terjerumus ke dalam dosa itu. Saya selalu bertaubat setelah melakukan dosa tersebut, namun saya terjerumus kembali ke dalam dosa yang sama.
Apakah taubat saya diterima? Dan bagaimana agar kita tidak terjerumus ke dalam dosa yang sama?
Syukron, Ustaz.

Jawaban:
Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh.
Para penanya yang semoga dirahmati oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala,
Allah Subhanahu wa Ta’ala telah menjelaskan dalam Al-Qur’an bahwa Dia akan menerima taubat hamba-Nya sekalipun dosanya banyak, sebagaimana disebutkan dalam Al-Qur’an:

(قُلْ يَا عِبَادِيَ الَّذِينَ أَسْرَفُوا عَلَىٰ أَنْفُسِهِمْ لَا تَقْنَطُوا مِنْ رَحْمَةِ اللَّهِ ۚ إِنَّ اللَّهَ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ جَمِيعًا ۚ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ)


Artinya: “Katakanlah (Muhammad): Wahai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri! Janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sungguh, Dialah Yang Maha Pengampun, Maha Penyayang.”
(QS. Az-Zumar: 53)

Para ulama telah sepakat bahwa ayat ini ditujukan kepada orang yang bertaubat. Allah Subhanahu wa Ta’ala juga mengabarkan bahwa Dia akan mengampuni seluruh dosa dengan syarat:

  1. Jujur dalam taubatnya dan menyesali perbuatannya.
  2. Bertekad kuat untuk tidak mengulangi perbuatan dosa tersebut.

Inilah taubat yang sesungguhnya, dan Allah Subhanahu wa Ta’ala melarang hamba-Nya berputus asa dari rahmat-Nya sekalipun dosanya banyak. Ketahuilah bahwa rahmat Allah sangat luas dan ampunan-Nya sangat besar kepada hamba-Nya yang ingin bertaubat, sebagaimana Allah menyebutkan dalam Al-Qur’an:

(وَهُوَ الَّذِي يَقْبَلُ التَّوْبَةَ عَنْ عِبَادِهِ وَيَعْفُو عَنِ السَّيِّئَاتِ وَيَعْلَمُ مَا تَفْعَلُونَ)


Artinya: “Dan Dialah yang menerima taubat dari hamba-hamba-Nya, memaafkan kesalahan-kesalahan, dan mengetahui apa yang kamu kerjakan.”
(QS. Asy-Syura: 25)

Bahkan Allah juga menyebutkan tentang orang Nasrani dalam Al-Qur’an:

(أَفَلَا يَتُوبُونَ إِلَى اللَّهِ وَيَسْتَغْفِرُونَهُ ۚ وَاللَّهُ غَفُورٌ رَحِيمٌ)


Artinya: “Mengapa mereka (orang-orang Nasrani) tidak bertaubat kepada Allah dan memohon ampunan kepada-Nya? Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.”
(QS. Al-Maidah: 74)

Maka, seorang Muslim seharusnya meninggalkan seluruh dosanya, bertekad kuat untuk tidak terjatuh ke dalam dosa yang sama, dan menyesali apa yang telah dilakukannya. Semua itu dilakukan dengan ikhlas karena Allah dan takut akan azab-Nya serta berprasangka baik kepada Allah bahwa Dia akan menerima taubatnya, sebagaimana disebutkan dalam hadis sahih, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

“انا عند ظن عبدي بي”
Artinya: “Aku sesuai dengan prasangka hamba-Ku kepada-Ku.”
(HR. Muttafaq ‘Alaih)

Di antara cara agar tidak terjerumus ke dalam dosa yang sama adalah:

  1. Memperbanyak zikir kepada Allah, bertasbih, bertahmid, dan beristighfar, sebagaimana diajarkan oleh Rasulullah untuk selalu membaca: “سبحان الله والحمد لله، ولا إله إلا الله، والله أكبر، ولا حول ولا قوة إلا بالله، سبحان الله وبحمده سبحان الله العظيم، أستغفر الله الذي لا إله إلا هو الحي القيوم وأتوب إليه، لا إله إلا أنت سبحانك إني كنت من الظالمين، اللهم إني ظلمت نفسي ظلما كثيرا ولا يغفر الذنوب إلا أنت فاغفر لي مغفرة من عندك وارحمني، إنك أنت الغفور الرحيم.”
  2. Memperbanyak membaca Al-Qur’an dan mentadabburi maknanya, karena di dalamnya terdapat petunjuk kepada kebaikan. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “اقْرَءُوا الْقُرْآنَ فَإِنَّهُ يَأْتِي يَوْمَ الْقِيَامَةِ شَفِيعًا لأَصْحَابِهِ”
    Artinya: “Bacalah Al-Qur’an, karena sesungguhnya ia akan datang pada hari kiamat sebagai pemberi syafaat bagi para pembacanya.”
    (HR. Muslim)

Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala memberi kita taufik, hidayah, dan istiqamah di atas perintah-Nya serta meninggalkan segala larangan-Nya.
Wallahu ta’ala a’lam bish-shawab.
Ustaz Abdullah Al-Mubarok, Lc.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button