Tanya Jawab

Bagaimana Ikhtiar Seorang Akhwat Yang Ingin Menikah?

#NiswatulFitriyah #Sidoarjo

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Afwan, saya ingin bertanya, apakah benar jodoh itu seperti rezeki yang harus dijemput? Bagaimana ikhtiar seorang akhwat yang ingin menikah? Bagaimana cara dia untuk menjemput jodohnya? Apakah dia hanya menunggu saja atau apa yang harus dia lakukan?

Syukran, baarakallahu fiikum.

Jawaban:

Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh.

Rezeki dan jodoh merupakan takdir atau ketetapan Allah subhanahu wa ta’ala. Beriman kepada takdir Allah bukan berarti menafikan usaha. Bahkan, salah satu tahapan tawakal kepada Allah adalah al-akhdu bil asbab (melakukan langkah-langkah/ikhtiar) untuk memperoleh sesuatu. Sebagai contoh, ada sebuah kisah yang menjelaskan tentang pentingnya ikhtiar, yaitu kisah Maryam yang Allah abadikan dalam Al-Qur’an:

وَهُزِّيٓ إِلَيْكِ بِجِذْعِ ٱلنَّخْلَةِ تُسَٰقِطْ عَلَيْكِ رُطَبًا جَنِيًّا

“Dan goyanglah pangkal pohon kurma itu ke arahmu, niscaya pohon itu akan menggugurkan buah kurma yang masak kepadamu.” (QS. Maryam: 25)

Maryam, yang dalam keadaan lemah setelah melahirkan anaknya, tetap diperintahkan oleh Allah untuk berikhtiar dengan menggoyangkan pangkal pohon kurma agar mendapatkan buah kurma.

Begitu pula seorang akhwat yang ingin bertemu dengan jodohnya, ia juga diharuskan untuk berikhtiar, sebagaimana orang yang ingin mendapatkan rezeki juga harus berusaha. Namun, yang perlu diperhatikan adalah bahwa ikhtiar yang dilakukan tidak boleh melanggar syariat.

Di antara ikhtiar yang bisa dilakukan oleh akhwat yang ingin bertemu dengan jodohnya adalah:

  1. Meminta bantuan keluarga, seperti ayah, ibu, atau saudara untuk mencarikan calon suami.
  2. Meminta bantuan ustadz atau guru untuk mencarikan jodoh.
  3. Meminta bantuan teman untuk mencarikan calon suami.
  4. Menawarkan diri langsung kepada ikhwan untuk menjadi istrinya (dengan tujuan serius, bukan untuk pacaran).
  5. Mengikuti program biro jodoh yang diselenggarakan oleh lembaga atau organisasi tertentu yang sesuai dengan syariat.

Selain itu, ikhtiar tersebut harus diimbangi dengan meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah, memperbaiki penampilan dan fisik, serta banyak berdoa kepada Allah.

Wallahu a’lam.

Ustadz Angger Bimantara, S.Pd., M.Sos.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Check Also
Close
Back to top button