Ibadah Ikhlas Walaupun Tidak Mengikuti Sunnah Rasulullah

Bismillah, assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Ahsanallahu ilaykum, Ustaz.
Dalam ibadah terdapat dua syarat yang harus dipenuhi agar ibadah tersebut diterima dan sah, yaitu ikhlas karena Allah Ta’ala dan ittiba’ kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam.
Selanjutnya, saya pernah membaca bahwa jika Allah menerima amal ibadah seseorang, maka orang tersebut akan dimudahkan untuk melakukan ibadah-ibadah berikutnya.
Yang menjadi pertanyaan saya adalah, bagaimana jika seseorang hanya memenuhi salah satu dari kedua syarat di atas tetapi ia selalu rajin dalam melakukan ibadah tersebut? Misalnya, ada seseorang yang rajin sholat, selalu ke masjid, dan berniat ikhlas karena Allah Ta’ala, namun tidak mengikuti (ittiba’) kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam. Apakah berarti Allah Ta’ala menerima amalan sholat tersebut? Mohon penjelasannya, Ustaz.
Syukron, jazakallahu khairan.
Jawaban:
Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh.
Saudaraku penanya yang semoga dirahmati oleh Allah subhanahu wata’ala.
Ibadah tidak dilihat dari kuantitas atau banyaknya ibadah yang kita lakukan. Ibadah bukan hanya tentang ikhlas, walaupun tidak mengikuti sunnah Rasulullah, melainkan dilihat dari kualitasnya, yaitu ikhlas dan sesuai dengan syariat yang Allah perintahkan melalui tuntunan yang diajarkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.
Ibadah bukan hanya tentang ikhlas; bahkan orang yang ikhlas pun bisa masuk neraka. Rasulullah bercerita tentang orang-orang Khawarij dalam sebuah hadis:
لَيْسَ قِرَاءَتُكُمْ إِلَى قِرَاءَتِهِمْ بِشَيْءٍ، وَلَا صَلَاتُكُمْ إِلَى صَلَاتِهِمْ بِشَيْءٍ
Artinya: “Bacaan Al-Quran kalian tidak ada apa-apanya dibandingkan bacaan mereka, sholat kalian tidak ada apa-apanya dibandingkan sholat mereka.” (HR. Muslim)
Namun, mereka disebutkan dalam hadis lain:
الخوارج كلاب النار
Artinya: “Orang Khawarij adalah anjing-anjing neraka.” (HR. Ibnu Majah)
Maksudnya adalah ibadah juga harus sesuai dengan perintah Allah. Karena itu, Allah subhanahu wata’ala berfirman:
(الَّذِي خَلَقَ الْمَوْتَ وَالْحَيَاةَ لِيَبْلُوَكُمْ أَيُّكُمْ أَحْسَنُ عَمَلًا ۚ وَهُوَ الْعَزِيزُ الْغَفُورُ)
Artinya: “Yang menciptakan mati dan hidup untuk menguji kamu siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. Dan Dia Mahaperkasa, Maha Pengampun.” (QS. Al-Mulk: 2)
Imam Ibnu Katsir menyebutkan bahwa dalam ayat ini, Allah menyebutkan tentang baiknya amalan, bukan banyaknya amalan.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam juga bersabda:
من عمل عملاً ليس عليه أمرنا فهو رد
Artinya: “Barangsiapa yang melakukan amalan tanpa perintah dari kami, maka amalannya tertolak.” (HR. Muslim)
Semoga Allah menjadikan kita hamba yang selalu istiqamah di atas ketaatan kepada-Nya. Amin ya Rabbal ‘alamin.
Wallahu ta’ala a’lam.
Ustaz Abdullah Al-Mubarok, Lc.



