Jatuh Sakit Setelah Melakukan Kemaksiatan, Apakah Teguran Dari Allah?

#Yuda #Wonogiri
Bismillah Assallamu’alaikum warohmatullahi wabarokatuh
Semoga Ustadz dan kaum muslimin diberikan kesehatan dan perlindungan Allah Azza Wa Jalla. Aamiin
Afwan Ustadz ana mau bertanya ketika seorang hamba terjerumus dalam kemaksiatan saat kondisi wabah seprti ini setelah ia melakukan kemaksiatan ia lantas jatuh sakit, Apakah sakitnya itu termasuk teguran dari Allah untuk bertaubat kepadaNYA atau itu akibat perbuatan dosanya?
Jazakallahu khairon wa barokallahu fikum
Jawaban
Waalaikumsalam warohmtullahi wabarokatuh
Sesungguhnya Allah subhanahu wata’la selalu menguji hamba hambanya baik dalam keadaan lapang maupun sempit, atau dalam keadaan susah ataupun senang.
Bisa jadi teguran atau cobaan yang Allah berikan di dunia kepada hamba hambanya karena dosa yang telah dilakukannya, seperti firman Allah subhanahu wata’la:
” وَمَا أَصَابَكُمْ مِنْ مُصِيبَةٍ فَبِمَا كَسَبَتْ أَيْدِيكُمْ وَيَعْفُو عَنْ كَثِيرٍ “
Artinya: Dan musibah apa saja yg allah berikan kepadamu disebabkan oleh tanganmu sendiri dan dan Allah banyak mengampuninya
[Surat Asy-Syura ayat: 30]
Dan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
” إِذَا أَرَادَ اللَّهُ بِعَبْدِهِ الْخَيْرَ عَجَّلَ لَهُ الْعُقُوبَةَ فِي الدُّنْيَا، وَإِذَا أَرَادَ اللَّهُ بِعَبْدِهِ الشَّرَّ أَمْسَكَ عَنْهُ بِذَنْبِهِ حَتَّى يُوَافِيَ بِهِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ .
Artinya: ” Apabila Allah menginginkan untuk hambanya kebaikan, Allah akan segerakan baginya hukumannya di dunia, dan jika Allah menginginkan untuknya keburukan, Allah akan tahan dan akan akan di balas pada hari kiamat “.
[Hadits diriwayatkan oleh imam at Tirmidzi No: 2396]
Dan bisa jadi Allah menguji hamba hambanya untuk mengangkat derajatnya di sisi Allah subhanahu wata’la seperti yang Allah lakukan untuk para nabinya dan yang semisal dengan mereka, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
” إِنَّ مِنْ أَشَدِّ النَّاسِ بَلَاءً الْأَنْبِيَاءَ، ثُمَّ الَّذِينَ يَلُونَهُمْ، ثُمَّ الَّذِينَ يَلُونَهُمْ، ثُمَّ الَّذِينَ يَلُونَهُمْ “
Artinya:” Sesungguhnya manusia yang besar ujiannya adalah para nabi, kemudian setelahnya, kemudian setelahnya, kemudian setelahnya “.
[Hadits shohih diriwayatkan oleh Imam Ahmad No: 27079].
Wallahu ta’ala a’lam.
Ustadz Abdullah Al Mubarok, Lc



